Kamis, 29 September 2016
Sabtu, 16 Januari 2016
Makhluk Penyampai Nasihat
Diceritakan disebuah negara ada makhluk yang ditugaskan
untuk mengetuk-ngetuk dinding kantung penampungan si negara.
Jauh sebelum itu, harus diketahui terlebih dahulu
bahwa ketika kantung penampungan itu sudah menampung
dan memisahkan antara yang hak dan yang tidak hak,
kantung penampungan itu menyimpan segala aspek yang
haknya untuk dibagikan keberbagai daerah dan ialah yang
tidak haknya dibuang ketempat yang layak untuknya, agar
tidak membawa dampak yang tidak baik terhadap setiap
daerah.
Barulah dia berkata :
"Hai negara, segeralah kau memberi
muatan kedalam kantung yang sudah kosong ini, agar
dirimu tetap tegak dan makmur".
Si negara pun mendengarkannya, tetapi belum sepenuhnya mendengarkan.
Setelah si makhluk berkata kepada si negara seperti itu, dia terdiam sejenak sambil duduk. Tak lama kemudian, si makhluk itu kembali mengetuk-ngetuk dinding kantung si negara itu, sambil berkata :
"Hai
engkau, ingatlah ketika engkau sudah tegak dan
makmur, jangan lupa engkau harus selalu senantiasa
berterimakasih kepada-Nya. Janganlah sombong, iri, dan
dengki terhadap tetanggamu yang sedang susah, bantulah
dia agar bisa tegak dan makmur seperti layaknya engkau,
dan juga engkau harus senantiasa tunduk patuh terhadap
undang-undang yang sudah ditetapkan oleh sang
penguasamu".
Awalnya si negara tak begitu menanggapi pembicaraan yang disampaikan si makhluk, ketika mendengar nasihat yang keluar dari bibir si makhluk itu, kemudian si negara pun merasa ada yang tersirat dari dalam benak hatinya, tuturnya ketika itu sambil menanggapinya dengan serius :
"Benar juga apa yang ia katakannya....!! hemmmm..., jika aku tidak seperti yang diucapkannya, pasti aku akan hancur..."
Walau pun si negara tidak bisa melihat simakhluk yang ada didalam kantung penampungan, kemudia si negara diluar itu mengucapkan sepatah dua patah terhadap si makhluk yang ada didalam kantung penampungan, bertanda dia benar apa yang telah diucapkannya kepada si negara.
"Terimakasih engkau telah mengingatkan kepadaku, jika tidak disampaikan srperti itu mungkin aku akan menjadi sebuah negara yang sangat buruk". Ucapanya si negara kepada si makhluk dengan nada lembutnya itu.
28-02-2015
untuk mengetuk-ngetuk dinding kantung penampungan si negara.
Jauh sebelum itu, harus diketahui terlebih dahulu
bahwa ketika kantung penampungan itu sudah menampung
dan memisahkan antara yang hak dan yang tidak hak,
kantung penampungan itu menyimpan segala aspek yang
haknya untuk dibagikan keberbagai daerah dan ialah yang
tidak haknya dibuang ketempat yang layak untuknya, agar
tidak membawa dampak yang tidak baik terhadap setiap
daerah.
Barulah dia berkata :
"Hai negara, segeralah kau memberi
muatan kedalam kantung yang sudah kosong ini, agar
dirimu tetap tegak dan makmur".
Si negara pun mendengarkannya, tetapi belum sepenuhnya mendengarkan.
Setelah si makhluk berkata kepada si negara seperti itu, dia terdiam sejenak sambil duduk. Tak lama kemudian, si makhluk itu kembali mengetuk-ngetuk dinding kantung si negara itu, sambil berkata :
"Hai
engkau, ingatlah ketika engkau sudah tegak dan
makmur, jangan lupa engkau harus selalu senantiasa
berterimakasih kepada-Nya. Janganlah sombong, iri, dan
dengki terhadap tetanggamu yang sedang susah, bantulah
dia agar bisa tegak dan makmur seperti layaknya engkau,
dan juga engkau harus senantiasa tunduk patuh terhadap
undang-undang yang sudah ditetapkan oleh sang
penguasamu".
Awalnya si negara tak begitu menanggapi pembicaraan yang disampaikan si makhluk, ketika mendengar nasihat yang keluar dari bibir si makhluk itu, kemudian si negara pun merasa ada yang tersirat dari dalam benak hatinya, tuturnya ketika itu sambil menanggapinya dengan serius :
"Benar juga apa yang ia katakannya....!! hemmmm..., jika aku tidak seperti yang diucapkannya, pasti aku akan hancur..."
Walau pun si negara tidak bisa melihat simakhluk yang ada didalam kantung penampungan, kemudia si negara diluar itu mengucapkan sepatah dua patah terhadap si makhluk yang ada didalam kantung penampungan, bertanda dia benar apa yang telah diucapkannya kepada si negara.
"Terimakasih engkau telah mengingatkan kepadaku, jika tidak disampaikan srperti itu mungkin aku akan menjadi sebuah negara yang sangat buruk". Ucapanya si negara kepada si makhluk dengan nada lembutnya itu.
28-02-2015
Ditepian Pantai
Ditepian Pantai
Angin berhembus ketengah lautan,
Membentuk ombak,
membentur karang,
dan menyisakan banyak buih
ditepian pantai.
Tanpa sadar seorang diri
berjalan ditepian pantai,
tempat buih ombak berada,
tersungkur berbalutkan pasir,
melihat bayangan sambil terpejam.
Hanya sebuah kata
dan secerca harapan,
lalu bayangan itu
perlahan-lahan mulai pergi,
bersama perahu yang ditumpanginya.
Ditepian Pantai
Angin berhembus ketengah lautan,
Membentuk ombak,
membentur karang,
dan menyisakan banyak buih
ditepian pantai.
Membentuk ombak,
membentur karang,
dan menyisakan banyak buih
ditepian pantai.
Tanpa sadar seorang diri
berjalan ditepian pantai,
tempat buih ombak berada,
tersungkur berbalutkan pasir,
melihat bayangan sambil terpejam.
Hanya sebuah kata
dan secerca harapan,
lalu bayangan itu
perlahan-lahan mulai pergi,
bersama perahu yang ditumpanginya.
Langganan:
Postingan (Atom)